Rabu, 21 November 2012

Arsitektur komputer yang menggunakan teknologi Hyperthreading dengan algo-dispatching

Hyperthreading yaitu teknologi  yang memberi instruksi software untuk membelah diri menjadi beberapa aliran (thread) yang dikembangkan oleh intel untuk meningkatkan kinerja prosessor. Dengan arsitektur seperti core, core2, pentiumD, pentium4, Dan juga mendukung sistem operasi seperti windows NT, 2000, XP,vista, linux.
menyediakan thread level yang menyediakan dua prosessr untuk sistem operasi supaya lebih efisien dalam kerja trhead. sistem operasi melakukan ekskusi prosesnya secara berurutan dengan menggunakan algoritma antrian dispatching.
 
pada hypertreadhing membutuhkan beberapa komponen seperti :
  1. chipset motherboard yang mendukung  teknologi hyperthreading yaitu intel
  2. Bios yang mrndukung teknologi hyperthreading
  3. sistem operasi yang mendukung banyak prosessor pada teknologi hyperthreading
Dengan adanya hypertreading maka komputer akan mampu mempertahankan respon system walaupun kita menjalankan banyak aplikasi secara bersama, menjaga system lebih aman dari dampak produktifitas, Dan mengaktifkan grafis lebih baik supaya memudahkan pengguna/user.

Penjelasan mengenai Dispatching algoritm

Dispatching algoritm ialah algoritma antrian yang melaukan proses antrian dengan cara mengekskusi proses secara berurutan pada dua prosessor. Dan juga melakukan ekskusi thread dengan cara yang lebih efisiens meskipun sistem operasi bersifat multitasking.

10 OS yang mendukung teknologi hyperthreading beserta kelompoknya



Pada Multithreading memiliki 3 model yaitu :

  1. One to one
    contoh OS : windows NT, windows xp/200
  2. Many to one
    contoh OS : GNU
  3. Many to Many
    contoh OS : windows NT, windows 2000, linux, solaris 9, irix, digital     Unix dan solaris
ada tambahan lagi yaitu two level
contoh OS : irix, solaris 8, tru64 unix

Struktur Sistem Operasi Linux

Struktur Sistem Operasi Linux itu terdiri dari 3 komponen utama. 


  1. Kernel : yakni suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Disini kernel menyediakan semua fungsi untuk menjalankan proses, juga menyediakan layanan sistem untuk memberikan pengaturan dan proteksi akses ke sumber daya perangkat keras termasuk memori virtual.
  2. System Library : yakni kumpulan fungsi standar dimana aplikasi dapat berinteraksi dengan inti dari sebuah sistem operasi yaitu kernel.
  3. System Utilities : yakni program yang bertugas mengatur dan memanage secara individual, termasuk semua program yang di perlukan untuk menginisialisasi sistem.
 Dan untuk struktur sistem file nya, di Linux di kenal dengan nama Directory. Berikut beberapa penjelasan dan kegunaan dari masing-masing file-file di Linux:
    1. / (Root) 
      • Merupakan directory yang dapat di akses oleh super administrator atau user root.
      • Perhatikan saat penulisannya / tidak sama dengan /root. 
    2. /bin (User Binaries)
      • Berisi file-file ekseskusi. Direcktori ini juga menyimpan perintah yang di gunakan oleh sistem.
      • Contoh : ps, ls, ping, grep, cp
    3. /sbin (System Binaries)
      • Fungsinya masih sama dengan /bin, perbedaannya ini untuk perintah-perintah yang di lakukan oleh administrator sistem untuk memelihara sistem.
      • Contoh: arp, halt, shutdown, route dll.
    4. /etc (Configuration Files)
      • Berisi file yang di jalankan ketika startup, serta file-file konfigurasi semua program. 
      • Contoh: /etc/resolv.conf , /etc/logrotate.conf
    5. /dev (Device Files)
      • Berisi file device komputer. Termasuk perangkat terminal, USB atau perangkat lainnya. 
      • Contoh: /dev/tty1 ,  /dev/usbmon0 
    6. /proc (Process Information)
      • Berisi informasi tentang proses sistem, baik itu file System virtual dengan teks yang menginformasikan tentang sumber daya sistem maupun informasi tentang menjalankan proses.
      • Contoh: /proc/uptime ,  /proc/{pid}
    7. /var (Variable Files) beberapa contoh nya sebagai berikut:
      • /var/log  = berisi file-file log sistem 
      • /var/lib  = berisi paket dan file database
      • /var/mail = email
      • /var/spool = antrian print
      • /var/lock = kunci file
      • /var/tmp = temporary file yang di butuhkan saat reboot.
    8. /tmp (Temporary Files)
      • Berisi file-file sementara yang di buat oleh sistem dan user, dan akan di hapus saat sistem reboot. 
    9. /usr (User Program)
      • Berisi file-file binari, libraries, dokumentasi dan source code dari sistem.
      • Terbagi menjadi beberapa:
        • Yang berisi file binari untuk program (/usr/bin). Contoh : at, awk, cc
        • Yang berisi file binari untuk sistem administrator (/usr/sbin). Contoh : atd, cron, sshd
        • Yang berisi file libraries (/usr/lib)
    10. /home (Home Directories)
      • Direktori ini digunakan untuk menyimpan semua file pribadi pengguna.  
      • Contoh: /home/nurul
    11. /boot (Boot Loader Files)
      • Berisi file-file yang berhubungan dengan boot loader, seperti initrd.img-5.2.20-12-generic
    12. /lib (System Libraries)
    13. /opt (Optional add-on Applications)
      • Menyimpan file-file tambahan dari vendor tertentu yang bersifat sementara.
    14. /mnt (Mount Directory)
      • Direktori sementara tempat sysadmin men mount filesystem. 
    15. /media (Removable Media Device)
      • Direktori sementara untuk removable device. 
    16. /srv (Service Data)
      • Berisi file-file yang di perlukan oleh server.

     

Struktur Sistem Operasi Windows

Windows merupakan sistem operasi yang paling banyak di gunakan oleh pengguna komputer di seluruh dunia. Mengapa? tentu saja tampilannya yang user friendly sangat mudah di gunakan oleh user. Selain itu Windows juga membuat struktur direktori yang mudah di gunakan. 
Ada 3 Sistem File yang terdapat di dalam sistem operasi ini:
  1. FAT 16: Sistem file ini di perkenalkan pada tahun 1981 melalui MS-DOS. Pada saat mendesainnya sistem ini hanya di peruntukan untuk mengatur file pada floopy drive saja, namun semakin di kembangkan sehingga dapat juga untuk mengatur file pada harddisk. Sistem file ini juga compatible untuk semua OS yang ada pada saat itu, seperti Windows 95/98/me, OS/2, bahkan juga Unix. Namun kekurangan dari sistem file ini, tidak adanya dukungan untuk kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
  2. FAT 32: merupakan pengembangan dari FAT 16 sehingga kemampuan harddisk menjadi lebih baik lagi. Seperti kebalikannya dari FAT 16, FAT 32 tidak dapat di gunankan oleh sembarang sistem operasi dengan kata lain tidak semua OS dapat menggunakan sistem file ini. 
  3. NTFS: merupakan terobosan baru yang benar-benar berbeda dari teknologi sebelumnya, seperti sebuah gebrakan sistem file ini sudah mendukung untuk kompresi file, enkripsi data dan cluster serta peningkatan security yang jauh lebih baik. New Technologi File System merupakan kepanjangan dari NTFS, yang dapat di gunakan hanya pada Windows NT dan semua keluarganya. 
Untuk Struktur File Windows ini dapat di lihat dari gambar berikut:

 Dari gambar di atas sudah cukup jelas menjelaskan pembagian direktori file pada sistem operasi windows. Sedangkan My Computer sendiri adalah sebagai root nya, yang terdiri dari C:, D:, dan E: yang penggunaannya dapat di sesuaikan oleh user. kecuali untuk C: yang otomatis untuk tempat menyimpan file Sistem operasi nya itu sendiri.
Penjelasan berikut, merupakan direktori yang secara otomatis akan terbentuk saat instalasi Windows:
  • Direktori C:\Windows : pada direktori ini terdapat semua sistem dari Windows. Seperti Device Driver, Registry dan program-program lain yang di gunakan oleh windows untuk dapat bekerja dengan baik.
  • Direktori C:\Program Files : direktori ini menyimpan program-program yang di telah di install pada sistem operasi Windows.
  • Direktori C:\My Document : direktori ini berisi semua data maupun dokumen yang di miliki oleh user. 

Rabu, 24 Oktober 2012

Sistem Call


Sistem call adalah:  cara memanggil program aplikasi untuk mendapatkan layanan sistem call ini menggunakan bahasa tinggi contohnya C++.
Fungsi call: untuk mengontrol proses saat berhenti program, baik normal END dan tidak normal ABORT, untuk membaca inputdari pengguna, ganti nama file, membuat folder baru.
                                                                                                 
Posisi call pada sistem operasi: yang menggunakan bahasa rakitan sendiri

Api ( Aplication programming interpace)



Api sistem operasi: yang mengatur kode-kode (script) program pada computer
Fungsi Api: untuk menyatukan perangkat lunak atau aplikasi untuk membentuk software dapat dieksekusi
Struktur Api pada sistem operasi



Posisi Api: terbentuk pada koding-koding Aplikasi